| 0 comments ]

Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Makassar (ATKP Makassar) merupakan salah satu pendidikan tinggi di bawah Kementerian Perhubungan Indonesia, dengan tugas pokok melaksanakan pendidikan profesional program diploma bidang keahlian teknik dan keselamatan penerbangan yang terbuka bagi umum.

Secara historis, pada tahun 1989 berdiri Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Ujung Pandang, berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan No. KM.22 tahun 1989 tanggal 13 Mei 1989, dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya serta dengan terbitnya Peraturan Pemerintah No.PP.60 tahun 1999 maka pada tahun yang sama berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 80 tahun 2000 dan diperbaharui berdasarkan No.KM 71 tahun 2002 tanggal 22 Oktober 2002 berubah menjadi : AKADEMI TEKNIK DAN KESELAMATAN PENERBANGAN MAKASSAR.

Dalam derap langkah ATKP Makassar untuk memenuhi kebutuhan tenaga Ahli dibidang penerbangan khususnya Terampil dan Ahli Teknik dan Keselamatan Penerbangan, sejak tahun 2001 sampai September 2006 ATKP Makassar telah meluluskan kurang lebih 548 peserta didik dalam berbagai jenjang program Diklat Pembentukan maupun Diklat Teknis Penerbangan.


Visi Misi ATKP Makassar

Visi

Menciptakan Sumber Daya Manusia yang berkualitas pada sector perhubungan khususnya sub sector perhubungan udara, sehingga mampu menghasilkan kinerja yang efektif dan efisien.

Misi

Menghasilkan tenaga ahli professional dibidang Teknik dan Keselamatan Penerbangan yang memenuhi standar Internasional
Menggalang kerjasama dengan lembaga pendidikan dan instansi terkait guna meningkatkan kualitas lulusan secara berkelanjutan.
Mengembangkan program studi baru sesuai dengan perkembangan teknologi penerbangan dan permintaan pasar.
Mengoptimalkan sarana dan prasarana untuk mempertahankan eksistensi perguruan tinggi kedinasan.
Memenuhi kebutuhan pasar domestic dan internasional.


Pola Kerjasama Diklat

Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Makassar Mempunyai beberapa pola/system kerjasama diklat sebagai berikut :

FULL CLASS PROGRAM

Yaitu sistem pelaksanaan diklat / kerjasama diklat dimana pihak sponsor mengirim sebanyak satu kelas (15-20 orang). Hal ini mempunyai keuntungan program diklat yang akan dilaksanakan sesuai kebutuhan sponsor dan tidak terpaku oleh program diklat tahunan ATKP Makassar.

SHARING PROGRAM

Yaitu suatu sistem pelaksanaan diklat / kerjasaa diklat dimana pihak sponsor dapat mengirim calon peserta diklat sesuai dengan program diklat tahunan di ATKP Makassar. Hal ini mempunyai keuntungan calon peserta didik tidak harus satu kelas.

SPECIAL COURSE

Yaitu suatu sistem pelaksanaan diklat / kerjasama diklat yang dilaksanakan tanpa mengganggu kegiatan (pekerjaan) peserta didik, dalam arti waktu dan tempat pelaksanaan diklat dapat diatur oleh kedua belah pihak. Hal ini mempunyai keuntungan bahwa kinerja perusahaan/instansi tetap stabil.


Fasilitas Pendidikan

Fasilitas Pendidikan dan Fasilitas Penunjang Pendidikan yang dimiliki oleh Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Makassar sangat menunjang guna pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas dan di laboratorium serta dilengkapi asrama dan fasilitas olahraga bagi para peserta diklat guna pelaksanaan extrakurikuler yang diselenggarakan di kampus Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Makassar yang meliputi :

Fasilitas pendidikan :

Ruang Kelas
Laboratorium Elektronika
Laboratorium CBT (Computer Basic Training)
Laboratorium Bahasa
Laboratorium PLC (Programmable Logic Control)
Laboratorium Fisika (kapasitas 30 orang)
Laboratorium Elektrikal (kapasitas 30 orang)
Laboratorium Teletype Procedure (kapasitas 30 orang)
Laboratorium Microprocessor (kapasitas 30 orang)
Laboratorium Studio Gambar (kapasitas 30 orang)
Simulator Manual ADC
Simulator APP/ACC
Simulator Radar
Lab GWS (General Work Shop)
Perpustakaan
Fasilitas Penunjang Pendidikan
Asrama dan Tempat Belajar
Ruang Rekreasi
Sarana Olah Raga
Lapangan Tennis
Lapangan Volli
Lapangan Basket
Lapangan Bulutangkis
Lapangan Bola
Lapangan Sepak Takraw
Tennis Meja
Bilyard
Catur
Karate
Sarana Pembentukan Sikap Mental
Poliklinik
Gedung poliklinik ini dilengkapi dengan fasilitas rawat inap
Ruang Makan
Kegiatan Kesegaran Jasmani / Aerobik


Kualitas alumni Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar makin diperhitungkan perusahaan maskapai penerbangan. Selain maskapai nasional, perusahaan jasa penerbangan internasional AirAsia tertarik merekrut alumni terbaik ATKP Makassar mulai 2017 yang lalu.

Direktur ATKP Makassar Agus Susanto, SH, MM, mengatakan pihaknya membangun kerjasama kemitraan dengan manajemen AirAsia terkait rekrutmen dan atau pemberdayaan alumni-alumni terbaik ATKP Makassar. “Mulai tahun 2017, sebanyak 45 alumni ATKP Makassar yang direkrut maskapai penerbangan AirAsia,” ujarnya.

Maskapai AirAsia merupakan perusahaan jasa penerbangan swasta terbesar yang bermarkas di Malaysia. Alumni ATKP Makassar yang direkrut AirAsia, memungkinkan ditugaskan untuk kebutuhan pelayanan jasa penerbangan berskala nasional maupun rute internasional.

Kerjasama dengan manajemen AirAsia boleh jadi sebagai kado berarti bagi manajemen ATKP dalam rangka peringatan dies natalis ke-18 pada Jumat, 13 September, hari ini. “Kerjasama dan kemitraan akan terus diperluas ke depan,” kata Agus.

Selama ini, alumni ATKP Makassar terserap sebagai tenaga kerja oleh sejumlah maskapai penerbangan nasional. Diantaranya oleh Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya, dan sejumlah maskapai penerbangan lain yang beroperasi di wilayah Indonesia. “Ratusan alumni ATKP Makassar saat ini eksis di hampir semua bandara di Indonesia. Mereka menjadi tenaga terampil yang berperan penting dalam pelayanan jasa penerbangan domestik,” ujar Agus Subagyo.

ATKP Makassar mengemban peran penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas pada sektor perhubungan udara, sehingga mampu menghasilkan kinerja yang efektif dan efisien. ATKP, terang Agus Susanto, bertekad untuk terus menghasilkan tenaga ahli professional di bidang teknik dan keselamatan penerbangan yang memenuhi standar internasional.


Sumber:
- atkp-makassar.ac.id
- sipencatar.com
Read More...

| 0 comments ]

Politeknik Penerbangan Surabaya (ATKP Surabaya) merupakan salah satu lembaga penyelenggara pendidikan professional di bidang penerbangan di bawah Badan Pendidikan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan dituntut menghasilkan SDM yang memiliki kompetensi dan daya saing tinggi dalam rangka memberikan layanan PRIMA bidang transportasi udara serta turut berperan aktif dalam mewujudkan agenda Road Map to Zero Accident di Dunia Transportasi Nasional.

Politeknik Penerbangan Surabaya (ATKP Surabaya) yang sudah berbadan hukum sebagai salah satu lembaga dengan berpredikat sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di Lingkungan Kementerian Perhubungan, melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 101/KMK.05/2011 Tanggal 23 Maret 2011, yang memiliki kemandirian pengelolaan sumber daya organisasi (resource) dalam menjalankan aktifitas institusi sesuai dengan beban tugas pokok dan fungsi yang diemban perlu menginformasikan program kerja, fasilitas yang dimilikinya kepada rekan kerja (stake holder) dan masyarakat pengguna jasa transportasi udara dalam rangka penyebaran informasi.

Dengan posisi yang demikian ini, Politeknik Penerbangan Surabaya (ATKP Surabaya) dapat menentukan dan menetapkan pengelolaan sumber daya yang dimilikinya sesuai dengan keperluan dan kebutuhan institusi organisasi untuk di manfaatkan secara optimal dan melalui website ini setiap kegiatan, kepemilikan sarana dan prasarana dapat di manfaatkan seluas-luasnya dan secara bersama-sama untuk kemajukan dunia penerbangan di tanah air. Kami akan senantiasa selalu melayani para rekan kerja, pengguna jasa, maupun masyarakat pengguna transportasi penerbangan untuk dapat bekerjasama dengan baik dalam rangka terciptanya dunia penerbangan yang kondusif untuk kemajuan transportasi udara di Indonesia.


Visi Dan Misi

Visi :

“Menjadi Lembaga pendidikan dan pelatihan penerbangan kelas dunia yang profesional dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing tinggi di industri jasa penerbangan nasional maupun internasional”

Misi :

Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan penerbangan untuk memenuhi standar kompetensi baik nasional maupun internasional
Meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia dalam mendukung penyelenggaraan layanan Diklat
Mewujudkan sarana dan prasarana Diklat sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan.
Menyelenggarakan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel


Tugas Pokok Dan Fungsi

Tugas Pokok :

Politeknik Penerbangan Surabaya mempunyai tugas menyelenggarakan program pendidikan vokasi di bidang penerbangan.

Fungsi :

Dalam melaksanakan tugas tersebut, Politeknik Penerbangan Surabaya menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :

Penyusunan rencana dan program;
Pelaksanaan dan pengembangan pendidikan vokasi di bidang penerbangan;
Pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
Pelaksanaan pemeriksaan intern;
Pengembangan sistem penjaminan mutu;
Pengelolaan administrasi umum, kepegawaian, data dan teknologi informasi komunikasi;
Pengelolaan administrasi keuangan;
Pengelolaan administrasi akademik dan ketarunaan;
Pengelolaan perpustakaan, laboratorium, simulator, serta sarana dan prasarana lainnya;
Pelaksanaan pengembangan usaha dan kerjasama;
Pelaksanaan pembangunan karakter;
Pembinaan sivitas akademika dan hubungan dengan lingkungannya; dan
Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan


Maskapai penerbangan di Tanah Air saat ini masih kekurangan sekitar 7.000 teknisi pesawat udara. Kondisi tersebut berpeluang diisi oleh para penerima beasiswa pendidikan Teknik Pesawat Udara (TPU) hasil kerja sama Pemkot Surabaya dengan Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya.

Berdasar hasil seleksi yang panjang, mulai dari administrasi, tes potensi akademik (TPA) dan bahasa Inggris, tes kesehatan, kesamaptaan, serta tes wawancara, 48 orang dari ratusan pendaftar dinyatakan lolos.

Mereka yang lolos diumumkan Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) melalui website dispendik.surabaya.go.id atau masyarakat dapat melihat langsung melalui instagram @dispendiksby.

Kepala Dispendik Surabaya M Ikhsan mengungkapkan beasiswa teknisi udara yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ini merupakan sebuah upaya agar anak-anak Surabaya yang tidak mampu dapat mengenyam pendidikan tinggi berkualitas serta nantinya mampu bersaing di era globalisasi saat ini.

M Ikhsan menambahkan, bagi peserta yang lolos nanti akan dididik di Poltekbang ini menempuh pendidikan D3 teknik pesawat udara yang masa kuliahnya 3 tahun. Ini merupakan angkatan ke dua kerjasama dengan Lion Air Group dalam beasiswa ini.

Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya tersebut menyampaikan proses seleksi beasiswa pendidikan TPU Poltekbang Surabaya dilakukan dengan transparan. Menurutnya, tahapan demi tahapan dapat dilihat langsung melalui media sosial Dispendik.


KONTAK POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA

Untuk informasi lebih lanjut silahkan datang atau hubungi kami di

JL. JEMUR ANDAYANI 1 NO 73

Surabaya - 60236

Tlp. 031-8410871 & 031-8472936

Fax : 031-8490005

Email : mail@poltekbangsby.ac.id

Web : www.poltekbangsby.ac.id

Jam Kerja 08.00 WIB - 16.00


Sumber:
- poltekbangsby.ac.id
- sipencatar.com

Read More...

| 0 comments ]

Salah satu tujuan utama didirikannya Politeknik Pelayaran Surabaya (Poltek Pelayaran Surabaya) adalah untuk memenuhi kebutuhan tenaga pelaut yang profesional khususnya Ahli Nautika, Ahli Teknika, dan Ahli Elektro Pelayaran untuk Pelayaran Kapal Niaga.

Sejak tahun 1982 sampai Desember 2012 Poltek Pelayaran Surabaya telah meluluskan kurang lebih 72.500 pelaut dalam berbagai program dan jenjang Diklat Keahlian dan Diklat Keterampilan, khususnya Diklat Keterampilan Khusus Pelaut (DKKP).

Perkembangan Poltek Pelayaran Surabaya dimulai pada sejak tahun 1982 – 1990, organisasi ini berafiliasi kepada BPLP Semarang (Sekarang PIP Semarang), yang menyelenggarakan progam pendidikan kepelautan untuk bidang teknika dan nautika (Strata A).

Dari tahun 1990-2002, berubah menjadi Balai Pendidikan Dan Latihan Pelayaran Dasar (BPLPD), yang merubah tugas Utamanya untuk pendidikan perwira niaga pelayaran Nusantara dan tenaga (CREW) pada tingkat dasar (Rating).

Dari tahun2002-2013, menjadi Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Surabaya, Mendidik perwira niaga pelayaran nusantara (ANT,ATT-IV), Serta tenaga rating untuk bidang teknika dan nautika.

Pada tahun 2013, BP2IP Surabaya Menjadi Politeknik Pelayaran Surabaya berdasarkan surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPAN) Nomor B/70/M.PAN-RB/1/2013, Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 1487/E/T/2012 Tentang Persetujuan Pendirian Politeknik Pelayaran Surabaya dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 14 Tahun 2013 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Politeknik Pelayaran Surabaya


Visi Misi

Dalam rangka merespon tugas pokok dan fungsi, Politeknik Pelayaran Surabaya dalam menjalankan operasionalnya memiliki visi, misi dan tujuan sebagai berikut:

Visi

"Menjadi pusat pendidikan transportasi laut bertaraf internasional"


Misi

Melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan dibidang Pelayaran sesuai Standart Nasional dan International
Melaksanakan Penelitian Ilmiah dalam Industri Pelayaran dan Pengabdian kepada Masyarakat.
Melaksanakan Pembinaan Sikap Mental, Moral dan Kesamaptaan kepada Peserta Didik.
Meningkatkan Professionalisme Sumber Daya Manusia Politeknik Pelayaran Surabaya dalam Mendukung Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Mewujudkan Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan sesuai dengan perkembangan IPTEK.
Melaksanakan Pengelolaan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel.

MOTTO: Pengabdian Kami Melalui Pelayanan Terbaik

BUDAYA KERJA: GIAT (Gigih Integritas Amanah Terampil).


Berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor : 131/SK/BAN-PT/Akred/PT/VI/2018 tentang Status Akreditasi dan Perangkat Terakreditasi Perguruan Tinggi Politeknik Pelayaran Surabaya, Kota Surabaya.

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Menetapkan Status Akreditasi dan Peringkat Terakreditasi Perguruan Tinggi Politeknik Pelayaran Surabaya, Kota Surabaya sebagai berikut :

a. Status Akreditasi : Terakreditasi;
b. Peringkat Terakreditasi : B dengan Nilai 324.


Untuk menjadikan para lulusan memiliki kompetensi bahasa Inggris yang handal mengingat persaingan untuk menjadi perwira laut semakin ketat terutama di era masyarakat ekonomi Asean (MEA), kemampuan berbahasa Inggris digalakkan Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya bagi para taruna dan taruni. Kebijakan ini dilakukan mengingat persaingan untuk menjadi perwira laut semakin ketat terutama di era masyarakat ekonomi Asean (MEA).

Tidak mengherankan, Poltekpel Surabaya menjadikan Bahasa Inggris sebagai bahasa yang wajib dikuasai taruna dan taruni. Direktur Poltekpel Surabaya, Kapten Heru Susanto mengatakan Bahasa Inggris memang harus dikuasai taruna dan taruni yang sedang menempuh pendidikan di Poltekpel Surabaya.

Diakui Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, Dr Ir Djoko Sasono, kompetensi para taruna dan taruni dan semua politeknik pelayaran yang ada memang harus ditingkatkan, bukan hanya kemampuan bahasa asing. “Kalau bahasa Inggris kita ingin bahasa ini menjadi bahasa kedua dalam pembelajaran,” ungkapnya.

Namun selain bahasa Inggris, kompetensi lain juga perlu digalakkan. Karena kompetensi itu harus dari berbagai aspek tidak hanya pembelajaran namun juga ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, sesuai kebutuhan. “Yang terpenting kita memfasilitasi hubungan dengan industri, membuka ruang bagi masyarakat luas untuk bekerjasama dengan kami,” tandasnya.

Karena bagaimanapun ke depan, lulusan Poltekpel Surabaya ini mau tidak mau akan berhubungan dengan industri yang akan memakai tenaga dan kemampuan mereka untuk mengembangkan perekonomian terutama di laut.

Poltekpel Surabaya sendiri, pada wisuda ke-XXXVII ini meluluskan 178 taruna dan taruni dari tiga jurusan yakni neutika, mesin dan elektro. Elektro adalah jurusan baru namun sampai kini sudah banyak sekali peminatnya.


Sumber:
- poltekpel-sby.ac.id
- sipencatar.com

Read More...

| 0 comments ]

Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Jawa Tengah merupakan salah satu pendidikan tinggi negeri milik Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan telah masuk White List di International Maritime Organization tahun 2000.

Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang mengemban tugas mendidik dan melatih pemuda-pemudi lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di bidang pelayaran dan pelabuhan menjadi Perwira Pelayaran Besar dan Tenaga Ahli Angkutan Laut/Kepelabuhanan guna memenuhi kebutuhan armada angkutan laut nasional maupun internasional.

Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang yang sebelumnya bernama BPLP mulai tahun akademik 1995/1996 membuka program diklat kepelautan dan kepelabuhanan Diploma IV. Lulusan program Diploma IV berhak menyandang gelar akademik Sarjana Sains Terapan Pelayaran disingkat S.ST.Pel

Dengan adanya peningkatan/kemajuan yang meliputi aspek program pendidikan, tenaga pengajar, lulusan, tenaga penunjang, sarana dan prasarana, maka sejak tahun 1951 terjadi perubahan pelembagaan hingga menjadi Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang pada tahun 1999 dan telah masuk White List di Internasional Maritime Organization tahun 2000, sebagai berikut :

Tahun 1951 - 1955 bernama Sekolah Pelayaran Semarang disingkat SPS.
Tahun 1955 - 1975 bernama Sekolah Pelayaran Menengah Semarang disingkat SPM Semarang
Tahun 1974 - 1981 bernama Pendidikan Pariwira Pelayaran Besar disingkat P3B Semarang
Tahun 1979 - 1995 bernama Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran (BPLP) Semarang dengan program Strata A (Diploma III) dengan lama pendidikan 3 tahun
Tahun 1995 masih bernama BPLP Semarang, tetapi programnya ditingkatkan menjadi Diploma IV (setara Sarjana/S1) dengan Politeknik Ilmu Pelayaran pendidikan 4 tahun.
Tahun 1999 berdiri Politeknik Ilmu Pelayaran berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan No. KM. 81 Tahun 1999 Tgl. 13 Oktober 1999 tentang Organisasi dan Tata Kerja PIP.


Visi dan Misi

Visi

Menjadi Perguruan Tingggi Pelayaran Niaga yang Profesional, Mandiri dan Berwawasan Global

Misi

Memberikan pelayanan pendidikan dan pelatihan pelayaran yang berstandar nasional dan internasional untuk menghasilkan sumber daya pelayaran yang prima, prefesional, beretika;
Mengembangkan penguasaan ilmu terapan dan teknologi bidang pelayaran melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
Melaksanakan tata kelola kelembagaan yang transparan dan akuntabel dan mandiri dengan meningkatkan kemampuan seluruh sumber daya organisasi secara terus menerus
Menjalin kerjasama dengan stakeholder, dunia usaha, dunia industri dan alumni demi terwujudnya jejaringan kinerja berkelanjutan


Sekitar bulan April 2018 yang lalu, sebanyak 193 taruna taruni (KALK) Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang yang terdiri 103 dari prodi Nautika, 88 dari prodi Teknika dan 2 Prodi Ketatalaksanaan (KALK) diwisuda oleh Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Dr Ir Djoko Sasono MSc dan Direktur PIP Semarang Capt Marihot Simanjuntak MM di kampus setempat.

Kepada para wisudawan Djoko Sasono berharap lulusan segera berusaha bekerja seperti para senior mereka yang bekerja berbagai bidang di antaranya industri maritim nasional dan internasional, instansi pemerintah dan swasta, TNI dan Polri, lembaga pendidikandan lain sebagainya.

Sedangkan Direktur PIP Semarang Marihot Simanjuntak menyatakan PIP selalu mengembangkan kualitas pendidikan termasuk mengirim studi lanjut S2 dan S3 para dosennya serta peningkatan kurikulum dan sarana prasarana penunjangnya.

Di sela-sela wisuda, PIP Semarang juga menyerahkan bantuan kepada 30 anak panti asuhan Nurul Shomad,Mijen Semarang sebagai rasa kepedulian sosial PIP Semarang pada masyarakat. Upacara wisuda ditandai pula dengan penyematan tanda pangkat taruna taruni oleh orang tua mereka serta diberi percikan air samodra oleh pimpinan PIP Semarang.


Sumber:
- dephub.go.id
- pip-semarang.ac.id
- sipencatar.com
- krjogja.com

Read More...

| 0 comments ]

Pihak Akademi Perkereaapian Indonesia (API) yang berlokasi di kota Madiun, Jawa Timur optimis sampai tahun 2030 mampu mencetak sebanyak 78.740 sumber daya manusia (SDM) di bidang perkeretaapian yang berkualitas dan bertandar internasional.

Dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS), sampai tahun tahun 2030, perkeretaapian nasional membutuhkan 1.720 orang regulator yang terdiri atas perencanaan, pengujian, inspektorat dan auditor. Disamping itu juga membutuhkan 78.740 orang SDM operator yang terdiri atas perencana, pemeriksa dan perawat.

Direktur API Madiun, Catur Sasongko ATD MT menjelaskan, pendirian API Madiun merupakan amanat UU No.23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Di mana dalam undang-undang tersebut menyebutkan dibentuknya lembaga pendidikan di bidang perkeretaapian. Menurutnya sebanyak 48 pasal dari 216 pasal dalam UU No.23 Tahun 2007 menyebutkan tentang SDM. Karena itu, SDM perkeretaapian ditetapkan kualitas dan kecakapannya baik di level perencana, pemeriksa, perawat, penguji, inspektur dan auditor.

Ia memaparkan, saat ini API Madiun pada tahun akademik 2014/2015 memdidik sebanyak 120 taruna yang terdiri atas empat program pendidikan (Prodi) yaitu, DIII Teknik Elektro Perkeretaapian (30 orang), DIII Manajemen Transportasi Perkeretaapian (30 orang), DIII Teknik Mekanika Perkeretaapian (30 orang), dan DIII Teknik Bangunan Jalur Perkeretaapian (30 orang).

Sesuai ketentuan Ditjen Dikti Kementerian Riset dan Perguruan Tinggi, ada pembatasan jumlah siswa dalam satu kelas maksimal 25 orang, sehingga pada tahun akademik 2015-2016 API maksimal hanya mendidik 100 taruna. “Padahal minat masyarakat cukup tinggi. Sampai hari akhir pendaftaran sebanyak 2.000 telah mendaftar,” papar Catur.

Untuk mencapai target 78.740 SDM bidang perkeretaapian sampai tahun 2030 tersebut lanjut Catur, API Madiun selain menjalankan kelas reguler yaitu mendidik taruna baru lulusan SMA atau SMK, API Madiun juga menjalankan kelas paralel mendidik SDM perkeretaapian yang sudah bekerja di pemerintahan sebagai regulator ataupun di perusahaan-perusahaan sebagai operator.

Kualitas Global

API Madiun tidak hanya melahirkan SDM perkeretaapian dari aspek kuantitas, tetapi juga aspek kualitas. Karena lulusan API Madiun tidak hanya terjun mengabdi di pemerintahan saja, tetapi juga perusahaan-perusahaan bidang perkeretaapian nasional maupun internasional. Sehingga lulusan API Madiun nantinya bisa berkiprah di tingkat global.

“Lulusan API Madiun tidak hanya memiliki ijazah formil, tetapi memiliki sertifikat kecakapan. Untuk sertifikat kecakapan ini, setelah lebaran nanti kami ajukan ke Ditjen Perkeretaapian, Kemenhub,” jelas Catur.

Ia mencontohkan, bagi taruna Teknik Mekanika Perkeretaapian, nantinya tidak hanya sebagai ahli madya teknik mekanika perkeretaapian, tetapi juga bisa sebagai ahli perawat kereta api, tenaga penguji atau inspektur prasarana perkeretaapian.

Untuk melahirkan lulusan dengan keahlian standar global, API melakukannya baik dari sisi tenaga pengajar (dosen) maupun dari sisi peserta didik (taruna). Dari sisi pengajar, saat ini tenaga pengajar API Madiun yang S2 akan diprogramkan menjadi S3. Di samping itu, para pengajar juga mengikuti pendidikan di sejumlah negara seperti Jerman, Swedia dan Korea Selatan. Sementara dari sisi peserta didik, selain memiliki sertifikat kecakapan, para taruna juga melakukan PKL (Praktek Kerja Lapangan) di perusahaan luar negeri. “Perusahaan Perkeretaapian Korea Selatan sangat welcome kepada Taruna API Madiun untuk melakukan PKL di sana,” ungkap Catur.

Untuk mendapatkan pengakuan internasional terhadap lulusannya, API Madiun akan melakukan kerjasama dengan BNSP (Badan Nasional Standar Profesi).

API Madiun yang menempati luas lahan 19, 8 hektar di Jalan Tirta Raya Madiun, Jawa Timur mulai melakukan kegiatan pendidikan pada tahun akademi 2014-2015 dengan empat program pendidikan. Saat ini API Madiun memiliki 50 dosen terdiri atas 25 dosen tetap Madiun dan 25 dosen tidak tetap yang berasal dari luar seperti dari LEN Railways System, ITS, UGM, INKA dan dari Ditjen Perkeretaapian.

Fasilitas API Madiun terdiri atas, 2 asrama putra dengan kapasitas 160 taruna, 1 asrama putri (80 taruni), 20 kelas (735 taruna / taruni), 1 raung rektorat (100 orang), 1 aula (2.500 orang), 1 laboratorium komputer ( 30 orang), 1 stasiun simulasi (24 orang), 1 laboratorium outdoor LAA (60 orang), 1 laboratorium simulasi sarana (12 orang), 1 laboratorium alat simulasi sarana (24 orang),1 laboratorium alat simulasi sintelis (12 orang), 1 laboratorium alat pengujian sarana (14 orang), 1 simulator CTC (24 orang), 2 audio visual (120 orang), 2 lapangan bulutangkis (8 orang), 1 lapangan upacara (300 orang), 1 ruang makan (600 orang), 1 workshop (300 orang), 1 tempat ibadah (250 orang), dan 1 poliklinik (15 orang)


Visi Misi

Visi

Akademi Perkeretaapian Indonesia Madiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71, yaitu terciptanya Sumber Daya Manusia yang berkompeten, handal dan berkualitas serta profesional di bidang transportas! perkeretaapian.

Misi

Akademi Perkeretaapian Indonesia Madiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71, yaitu :
Mengembangkan pendidikan dan pelatihan yang berbasis kompetensi di bidang perkeretaapian
Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalalui penelitian terapan bidang perkeretaapian
Melaksanakan pengabdian masyarakat
Menjalin kerjasama dengan berbagai institusi baik di dalam maupun di luar sub sektor perkeretaapian dalam rangka pembangunan Sumber Daya Manusia unggul di bidang perkeretaapian
Meningkatkan sarana dan prasarana penunjang pendidikan
melaksanakan pembinaan terhadap peserta pendidikan dan
mewujudkan pengelolaan keuangan BLU yang efektif dan efisien dalam rangka mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Tujuan Akademi Perkeretaapian Indonesia Madiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71, yaitu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan pengetahuan di bidang perkeretaapian yang prima, profesional dan beretika serta mengembangkan dan meyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang perkeretaapian.


Belum banyak orang yang tahu bahwa di Indonesia ada sebuah kampus yang khusus mendidik taruna perkeretaapian. Bahkan bisa dikatakan ini adalah satu-satunya kampus taruna perkeretaapian yang ada di Indonesia, tepatnya di Kota Madiun.

Para lulusan taruna Akademi Perkeretaapian Indonesia disiapkan untuk menjadi tenaga terampil di bidang perkeretaapian, termasuk untuk mengisi posisi di belakang kereta MRT Jakarta dan LRT Palembang.

"Selama pendidikan ini berjalan mereka bisa praktik satu, dua, tiga sampai 6 bulan, jadi begitu lulus sudah siap SDM yang nyambung. Apalagi dengan proyek strategis nasional di bidang perkeretaapian. Oleh Kementerian Perhubungan melalui badan pengembangan SDM, kami adalah UPT yg diberikan tugas menyediakan SDM," terang Direktur Kampus Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) Jamaludin S.SiT, M.T kepada wartawan usai prosesi wisuda.

Ditambahkan Jamaludin, karena menjadi satu-satunya kampus perkeretaapian, para taruna dan taruni di sekolah ini berasal dari berbagai daerah di indonesia, tak terkecuali dari Kalimantan Tengah.

Saat ini, di API Madiun terdapat empat program pendidikan (Prodi), yaitu DIII Teknik Elektro Perkeretaapian, DIII Manajemen Transportasi Perkeretaapian, DIII Teknik Mekanika Perkeretaapian, dan DIII Teknik Bangunan Jalur Perkeretaapian.


Sumber:
- api.ac.id
- sipencatar.com

Read More...

| 0 comments ]

Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Medan berdiri pada tahun 1989 dengan nama Balai Diklat Penerbangan Medan dengan status sebagai Balai membatasi ruang lingkup ATKP-Medan untuk mengadakan Pendidikan dan Pelatihan yaitu hanya dapat mendidik dan melatih para pegawai yang berkecimpung di dunia penerbangan baik swasta, BUMN maupun pemerintah namun setelah terbitnya keputusan Menteri Perhubungan nomor, KM.71 tahun 2002 tanggal 02 Oktober 2002 maka balai Diklat Penerbangan Medan berubah menjadi Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Medan.

Dengan tugas melaksanakan pendidikan profesioanal program diploma bidang keahlian teknik dan keselamatan penerbangan yang terbuka bagi umum (free service training) tidak hanya terbatas dari pegawai perusahaan-perusahaan maupun pemerintah.


Visi Misi

Visi

Menjadi Perguruan Tinggi yang menghasilkan Sumber Daya Manusia Penerbangan yang mampu bersaing di Industri Penerbangan Nasional dan Internasional.

Misi

Meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga pengajar yang sesuai dengan standard kompetensi yang dibutuhkan;
Meningkatkan mutu sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan guna mendukung sistem pembelajaran;
Memperbaharui standard diklat sesuai dengan kebutuhan dan kemajuan teknologi;
Menjalin kerjasama dengan stakeholder dibidang penerbangan;
Menghasilkan lulusan yang prima, profesional dan beretika.


Sumber:
- atkpmedan.ac.id
- sipencatar.com

Read More...

| 0 comments ]

PKTJ atau Poltran Tegal, pertama kali dikenal sebagai Balai Pendidikan dan Latihan Transportasi Jalan Raya (BALAI DIKLAT TRANSJAYA) Tegal yang didirikan pada tanggal 14 Mei 1971 dan pada tanggal 27 September 1971 dibuka dan diresmikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Bpk. Sumpono Bayuaji.

Lokasinya menempati bekas pergudangan PJKA (SCS) dengan luas areal kurang lebih 6,5 ha dan terletak di Jalan Semeru Nomor 3 Tegal, Jawa Tengah. Pada awal berdirinya lebih dikenal sebagai Pusdik Perhubungan Darat dibawah naungan Lembaga Pendidikan (LEMDIK) Perhubungan Darat di Jakarta.

Dengan adanya perubahan struktur organisasi Departemen Perhubungan Nomor : KM.415/U/PHB-1975 nama LEMDIK Perhubungan Darat diubah menjadi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan Darat (Pusdiklat Perhubungan Darat). Pusdik Perhubungan Darat di Tegal berubah menjadi Unit Pelaksana Pendidikan dan Latihan Perhubungan Darat dan dengan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM.51/OT/PHB-1978 tanggal 8 Maret 1978 berubah menjadi Balai Pendidikan dan Latihan Transportasi Darat dan Jalan Raya ( BALAI DIKLAT TRANSJAYA) Tegal.

Kemudian dengan adanya Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM.73 Tahun 2002 namanya berubah lagi menjadi Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BPPTD) Tegal sampai dengan saat ini.

Visi, Misi, dan Tujuan

Visi

Visi PKTJ adalah menjadikan PKTJ sebagai pusat Pendidikan unggulan yang berkeselamatan di bidang Transportasi Darat.


Misi

Misi PKTJ adalah sebagai berikut :

1) Pendidikan dan pelatihan yang berbasis kompetensi dan akademik yang mengacu pada keselamatan di bidang Transportasi Darat.
2) Penelitian Keselamatan Jalan di bidang Transportasi darat dalam mendukung pembangunan nasional.
3) Pengabdian kepada masyarakat yang selaras dengan falsafah PKTJ.
4) Membina kehidupan akademik yang sehat ; dan
5) Membentuk karakter peserta didik yang meliputi sikap mental dan moral serta kesamaptaan peserta didik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam menunjang pengembangan kebijakan Keselamatan Jalan di bidang Transportasi Darat

Tujuan

Tujuan PKTJ adalah menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan pengetahuan Keselamatan di bidang Transportasi Darat yang mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan mempunyai jiwa kepemimpinan serta pengabdian kepada Bangsa dan Negara


Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) adalah perguruan tinggi dibawah Kementerian Perhubungan yang menyelenggarakan pendidikan Vokasi dibidang keselamatan transportasi jalan. PKTJ memiliki kampus yang modern, komprehensif, terbuka yang mencakup disiplim ilmu keselamata transportasi jalan. PKTJ saat ini secara simultan selalu berusaha menjadi salah satu politeknik riset dibidang keselamatan transportsi jalan. Sebagai politeknik riset, upaya-upaya pencapaian tertinggi dalam hal penemuan, pengembangan dan pengetahuan secara regional dan global selalu dilakukan.

PKTJ merupakan pengembangan dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat Tegal (BPPTD) yang berdiri tahun 1971. Dengan usia yang cukup tuan PKTJ dan BPPTD secara kontinyu melanjutkan peran pentingnya di level nasional dalam membentuk tenaga ahli dibidang pengujian kendaraan bermotor, dan sekarang dengan adanya PKTJ akan meningkatkan peran serta dibidang keselamatan transportasi jalan. Bagaimanapun PKTJ tidak bisa melepaskan diri dari misi terkininya menjadi politeknik pendidikan vokasi berkualitas tinggi, riset standar dunia.

PKTJ memiliki dua lokasi kampus, kampus lama dengan luas 6.5 ha nerada di Jalan Semeru No.3 Tegal, Kampus baru yang saat ini sedang dilaksanakan pembangunan dengan luas 14 Ha. Dengan predikat Diklat trasportasi Darat yang sudah melekat, PKTJ secara aktif mengembangkan kerja sama global dengan banyak perguruan tinggi ternama dunia yang menyelenggarkan program transport safety, seperti Leeds University, Monas University , dan Land Transportasi Academy Singapore. Untuk penyelenggaraan kursus singkat PKTJ bekerjasama dengan TUV Rheinland.


Rencana dan Strategi

1. Rencana Pengembangan Jangka Panjang PKTJ memuat rencana dan Program pengembangan 25 (dua puluh lima)tahun.

2. Rencana Strategis PKTJ memuat rencana dan program pengembangan 5 (lima) tahun.

3. Rencana Operasional atau Rencana Kerja Tahunan PKTJ merupakan penjabaran dari Rencana Strategis yang memuat program dan kegiatan selama 1( satu) tahun.

4. Rencana Jangka Panjang, Rencana Strategis, dan Rencana Operasional sebagai dimaksud diatur dengan Peraturan Direktur.


Sumber:
- pktj.ac.id
- sipencatar.com
Read More...

| 0 comments ]

Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar berlokasi di desa Untia Kecamatan Biringkanaya, kotamadya Makassar, provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.

Berdiri di atas tanah seluas 50 Hektar yang merupakan hasil dari pembebasan tanah yang dulunya adalah Empang masyarakat. Saat ini tanah tersebut dijadikan kampus terpadu Kementerian Perhubungan yang akan terdiri dari kampus Diklat Matra Laut, Udara, dan Darat.


Visi dan Misi

VISI

“Menjadi perguruan tinggi pelayaran terdepan dalam pengembangan sumber daya manusia perhubungan dan riset di bidang Pelayaran”

MISI

Menyelenggarakan pendidikan bidang pelayaran untuk menghasilkan lulusan yang prima, profesional dan beretika;
Mengembangkan penelitian dan pengabdian pada masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi terkini;
Menerapkan teknologi informasi dalam peningkatan efektifitas dan efisiensi operasional lembaga.

Secara historis sejak tahun 1921 sudah ada Sekolah Pelayaran Tingkat Dasar di Makassar, namun karena data sekolah yang belum ditemukan maka sejarah singkat ini dimulai sejak tahun 1946. Serta seiring dengan situasi dan kondisi Negara Republik Indonesia pada umumnya dan Sulawesi Selatan khususnya.

Pada tahun 1946 didirikan Sekolah Pelayaran Tingkat Lokal yang diberi nama Opleiding Scheepvaartschool Celebes yang disingkat dengan OSC yang berlokasi di jalan layang (Kantor Lanal Makassar sekarang). Sekolah tersebut hanya berlangsung sampai tahun 1950 setelah pengakuan kedaulatan Negara Republik Indonesia.

Pada tahun 1947 telah didirikan pula Sekolah Pelayaran Menengah Makassar yang diberi nama MIDELBARE ZEEVARTSCHOOL dengan singkatan MZS, sekolah tersebut hanya berlangsung 3 (Tiga) angkatan yang kala itu beralamat di jalan layang No.129 Makassar, yang sekarang telah diganti dengan nama jalan Yos Sudarso No.173 Makassar, sedangkan alamat yang sama jalan Tentara Pelajar No.173.

Pada tahun 1950 Opeleiding Scheepvaartschool Celebes (OSC) diganti menjadi Sekolah Latihan Penyeberangan Laut Sulawesi (SLPS) dengan lokasi pendidikan adalah jalan layang No.129 Makassar (sekarang jalan Tentara Pelajar No.173 Makassar). SLPS tersebut terbagi menjadi 2 (dua) jurusan, yaitu :

1. Jurusan Deck (Nautika) untuk mendapatkan ijazah Muallim Pelayaran Terbatas (MPT)
2. Jurusan Mesin (Teknika) untuk mendapatkan ijazah Juru Motor (JM)

Dengan SK Menteri Perhubungan Laut No.Pd 1/9/8 tanggal 06 Agustus 1963 SLPS diganti nama menjadi Sekolah Pelayaran Dan Perkapalan Makassar, berlangsung hanya sampai tahun 1946.

Selanjutnya berdasarkan surat keputusan Menteri Perhubungan Laut No.LP.1/1/2 tanggal 28 mei 1964 SLPS ditingkatkan menjadi Sekolah Pelayaran Menengah Makassar (SPMM) dengan input / masukan :

1. Jurusan Nautika dari SMP
2. Jurusan Teknika Dari SMP dan ST. Mesin

Berdasarkan SK Dit. Jen Perla Cq. Pusdiklat No. LP. 1. 1. 1 tanggal 02 Januari 1971, maka Crash Program dihapus dan kembali lagi pada sistem lama dengan input SMP atau ST Mesin engan lama pendidikan 3 (tiga) tahun.

Semua biaya-biaya pendidikan dan pemondokan sejak angkatan III (tiga) sampai dengan angkatan XVII (tujuh belas) ditanggung oleh masing-masing siswa dan semua siswa diwajibkan untuk tetap tinggal di asrama.

Sejak tahun 1972 untuk menyesuaikan penggantian nama Kota Madya Makassar menjadi kota Madya Ujung Pandang, maka nama Sekolah Pelayaran Menengah Makassar dirubah menjadi Sekolah Pelayaran Menengah Ujung Pandang (SPM UP).

Disamping siswa-siswa pribumi/bangsa Indonesia, maka atas kerja sama pemerintah Indonesia dengan pemerintah Tanzania pada tahun 1979 sampai dengan tahun 1982 (angkatan XIII) telah dididik 4 (empat) orang siswa asal Tanzania masing-masing yaitu R. Morrice Nit. 7913001 Jurusan Nautika, F. Macha Nit. 7913010 Jurusan Nautika, M. Mongi Nit. 7913029 Jurusan Teknika, dan M. Salim Nit. 7913034 Jurusan Teknika. Jumlah keseluruhan alumni SPM Ujung Pandang mulai dari angkatan I sampai dengan angkatan XVII adalah sekitar 1.559 orang.

Oleh banyaknya perubahan armada kapal-kapal negara serta banyaknya jabatan yang memerlukana persyaratan keahlian / keterampilan pelaut dan sub sektor perhubungan laut , maka dengan SK Direktur Jendral Perhubungan Laut No. DPL.91.4/12 tanggal 10 juli 1982 diadakan pendidikan bagi Pegawai Negri Sipil (PNS) sebagai peserta Crash Program.

Lama pendidikan 1 (satu) tahun yang terdiri dari 2 (dua) jurusan yaitu Nautika dan Teknika. Masuka adanya pegawai negri sipil dari kanwil Hubla I sampai dengan IX denga ketentuan memiliki pendidikan SLTA serta masa layar minimal 1 (satu) tahun.

Semua biaya ditanggung oleh negera (Ikatan Dinas) dan mereka diwajibkan untuk tinggal diasrama, karena terbatasnya fasilitas pendidikan dan ruang asrama, maka Crash Program tersebut dibagi dalam 2 (dua) angkatan yang telah menghasilkan lulusan sebanyak 203 orang yang terdiri dari jurusan Nautika 92 orang dengan ijazah Pelayaran Interinsuler (MPI) dan jurusan Teknika 111 orang dengan ijazah Ahli Mesin Kapal, ijazah sementara (AMK-IS/VD).

Dalam rangka peningkatan pendidikan kepelautan yang berkelanjutan dan didukung oleh organisasi yang baik, maka berdasarkan SK Menteri Perhubungan No. KM 279/OT.001/Phb-79 tanggL 19 September 1979, Sekolah Pelayaran Menengah (SPM) Ujung Pandang ditingkatkan menjadi Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran (BPLP) Ujung Pandang yang setingkat dengan akademi.

Mulai tahun 1990 BPLP Ujung Pandang menambah jurusan Tata Laksana dan Kepelautan dengan masukan SMA jurusan A1, A2, A3 dan SMEA. Ijazah yang diperoleh setelah menyelesaikan program Strata – A adalah:

1. Jurusan Nautika : Ijazah Muallim Pelayaran Besar III (MPB III)
2. Jurusan Teknika : Iajzah Ahli Mesin Kapal – A (AMK –A )
3. Jurusan KTK : Keahlian Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhan

Sejak tahun 2017 sampai sekarang, Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar dipimpin oleh H.IRWAN, SH., MH., M.MAR.E. salah seorang Alumni BPLP Angkatan VII.


Sumber:
- pipmakassar.ac.id
- sipencatar.com
Read More...